Tuesday, November 03, 2009

Torrie & the Prince -2-

Bab 2

“Ka…Kamu yakin akan hukuman ini?” Ibu Heti bertanya dengan tergagap karena ia masih tidak percaya atas apa yang diucapkan Torrie.


“Lho, justru saya yang heran, bukannya peraturan harus ditegakkan untuk semua orang. Saya ini murid biasa sama seperti yang lain. Saya rasa, saya tidak perlu diberi keringanan.”


“Tapi…”

“Saya tau yang Ibu khawatirkan. Tenang saja Bu, saya sekarang dalam keadaan fit.”

“Ba…Baiklah kalau begitu nanti kamu harus berlutut di depan tiang bendera mulai dari jam 11 sampai jam 1. Sheila bagaimanapun juga kamu juga bersalah, nanti kami akan memikirkan hukumanmu besok. Dan kamu, Torrie, sebelum jam 11 teng, kamu harus ada di sini. Sekarang kalian kembali ke kelas kalian.” Ibu Heti masih merasa bersalah telah menjatuhi hukuman itu kepada Torrie.
“Permisi, Bu” Torrie dan Sheila berbarengan.


Ternyata banyak anak yang penasaran dengan keadaan di dalam, mereka berusaha untuk menguping. Begitu pintu dibuka oleh Sheila, anak-anak yang menguping pada jatuh dan alhasil mereka menjatuhkan tubuh Sheila.

“Aaaaaargh…. Kalian ini bener-bener nggak punya aturan apa? Seenaknya nguping dan sekarang badan gue yang bagus ditibani pula. Dasar Sial!!! Kalian itu bener-bener bego!” Sheila berusaha berdiri dan memeriksa tubuhnya. (Melihat caranya bicara, orang-orang yang mau menolongnya malah tidak jadi menolong, alias ilfil)

“Cukup Sheila! Kamu harus bicara yang sopan. Dan kalian anak-anak pergi ke kelas masing-masing, kalau sampai Ibu masih melihat ada anak yang di depan ruang Ibu, nanti harus menemani Ibu di ruang. AYO CEPAT!” Ibu Heti gusar akan kelakuan murid-muridnya, terutama pada Sheila yang sungguh-sungguh manis perkataannya.
Semua orang di sekitar ruang kepsek, bahkan sampai di pintu gerbang kaget mendengar teriakan Ibu Heti dan mereka terdiam beberapa detik. Begitu detik terakhir, anak-anak yang menguping tadi baru menyadari resiko yang harus ditanggung kalau mereka tetap di sana. Tak ada seorang pun yang mau menemani Ibu Heti di ruangnya. Oleh karena itu mereka langsung ngibrit lari menuju kelas masing-masing.

Dalam hati, Torrie tertawa karena melihat reaksi Sheila yang langsung pucat waktu dibentak Bu Heti. Salah sendiri nggak liat-liat tempat kalau mau mengumpat, apalagi di sana ada Bu Heti yang sangat mengutamakan kesopanan.

“Rie…Torrie…Lo nggak papa kan? Kok bengong? Eh iya tadi diapaian aja di dalem?” Niken bertanya karena penasaran.

“Hah…nggak kok, gue nggak kenapa-napa?”

Sheila yang tidak begitu jauh dari mereka ikut bicara, “Eh Niken asal elo tau ya, temen lo itu sok jadi pahlawan. Dia sok menanggung semuanya. Liat aja, entar jam 11 dia harus berlutut di depan tiang bendera.” Sheila tersenyum mengejek.

“A…a…apa Rie?? Gue nggak ngerti maksudnya Sheila, bisa lo jelasin ke gue sekarang?” Niken masih bingung.

“Gue mau cerita tapi jangan di sini ya?...Pleaseee” Torrie memohon dengan sangat.


Setelah mendapat tempat yang aman, akhirnya Torrrie menceritakan segala apa yang terjadi di ruang kepsek. Terutama idenya yang gila dan bodoh itu.
“GILA LO, RIE!!!...Apa itu nggak terlalu berat??” Niken setengah teriak tapi udah keburu ditutup mulutnya oleh Torrie.

“Ssssttt… Jangan keras-keras donk! Gue nggak mau sampe ada yang denger dan ngelaporin ini ke Bu Heti.” Torrie celingukan ke kanan dan kiri, takut ada yang mendengar. “Emang berat hukumannya, tapi kalo nggak gitu, bisa-bisa satu sekolah pada sering berantem lagi gara-gara ngomongin gue. Entar pada bilang gue di anak emasin lagi.”

“Bisa-bisanya ya, elo bercanda di saat kayak gini? Dan gue nggak ngerti maksud lo itu apa?!”

“Gue tau perbuatan gue itu bodoh dan bego banget.”

“Yup… elo itu emang bego banget…”

“Jangan disela donk! Tapi ini satu-satunya jalan supaya gue nggak diremehin sama orang lagi terutama Sheila.”

“Ya ampun Rie… Sejak kapan elo peduli ama pendapat orang, hah? Torrie yang gue kenal itu nggak perah mikirin hal-hal yang kayak gitu, dia itu tegar… Inget tegar!! Dia nggak pernah peduli orang mau ngatain dia apa kek, dia nggak peduli!”

“Tapi Nik… Gue udah bosen dipanggil anak emas, anak manja, dan…dan anak lemah. Gue mau buktiin ke mereka bahwa gue juga bisa seperti mereka. Kalau mereka bisa menjalani hukuman mereka begitu juga dengan gue. Dan ketegaran gue juga ada batasnya, Nik!” Torrie menunduk sedih.

“Terserah deh, gue dah nyerah! Gue nggak ngerti jalan pikiran elo Rie. Lakukan aja apa yang menurut elo itu bener. Tapi asal elo tau aja ya Rie… Satu hal mau gue pesen…Be yourself! Trimalah diri lo apa adanya... Huh! percuma ngomong ama orang keras kepala kayak elo! Sekarang gue harus mikir, apa yang harus gue bilang ke nyokap lo kalau sampe elo kenapa-napa…” Niken pergi meninggalkan Torrie sendiri.


“Nik, lo nggak ngerti perasaan gue… Gue pengen hidup normal kayak orang biasa. Tanpa pengawasan. Gue pengen makan dengan bebas, hidup bebas dan bergerak dengan bebas, tanpa harus takut dengan kambuhnya penyakit gue ini. Tapi elo ada benernya juga, karena gue juga nggak tau apa yang telah gue lakukan…” Torrie berbicara sendiri dan tanpa sadar ia meneteskan air matanya.


* * *


Sekarang tepat jam 11, matahari betul-betul menyengat dari atas. Dan berlututlah Torrie di depan tiang bendera, banyak teman-temannya yang menontonnya. Ada yang merasa senang karena selama ini mereka tidak suka perlakuan istimewa sekolah kepadanya (termasuk orang yang seperti Sheila). Ada pula yang merasa kasihan dengannya.

Niken mengawasi sahabatnya itu dari jauh. Bagaimanapun juga ia khawatir kalau terjadi sesuatu dengan Torrie. Selain sebal dengan Torrie yang keras kepala, Torrie memang keras kepala tapi ini adalah saat di mana kepalanya yang paling keras, ia juga sebal sekaliii dengan Sheila karena dia yang pertama kali mengejek Torrie dan memancing amarah Torrie. Tapi… Bukannya emosi Torrie mulai naik karena ditabrak oleh Auggie, kakak kelas mereka itu. Berarti sebenarnya siapa yang salah? Semakin dipikirkan membuat Niken semakin pusing. Oh iya si Auggie itu ke mana ya? Kok sejak Torrie dan Sheila dibawa ke ruang kepsek, dia nggak nongol? Ah ngapain juga dipikirin.

Sudah sekitar 15 menit Torrie berlutut, rasanya sudah seabad. Selain panas di luar ia juga merasa panas di dalam. Bayangkan saja, Torrie berlutut ditengah lapangan sendiri dan orang-orang banyak menonton karena kebetulan istirahat. Tak hanya itu saja, mereka memandang Torrie, ada yang memandang rendah tapi ada juga yang memandang kasihan. Selain itu mereka juga saling berbisik, entah apa yang mereka bicarakan, tapi yang pasti subyeknya adalah Torrie. Torrie sempat menyesal menjalaninya, tapi ia berusaha menghibur dirinya sendiri. Istirahatnya kan sebentar lagi selesai, mereka nggak bakalan ngeliatin gue lagi. Eh iya jam 1 nanti, mereka smua pulang itu berarti bersamaan dengan berakhirnya hukuman gue…Ya Tuhan, smoga ini cepat berakhir…

Baru saja Torrie menghibur diri, dia melihat sesosok cowok di depannya. Sepertinya dia mengenalnya, ternyata dia adalah cowok yang menabrak Torrie.

Flash News... about Torrie & the Prince

Gw akhirnya sudah me-launch novel blog kedua dari novel pertama gw\
Berjudul

Torrie & The Prince

yang bisa diakses di blog gw

hayalkoe.blogspot.com

Seperti yang udah gw bilang td, ini novel pertama gw yang selesai pada bulan Januari 2004. Ini cinta pertama gw pada dunia tulis menulis yang dulunya gw sebelin (Sampai sekarang gw lebih suka dipanggil Imajiner ketimbang penulis)

Nyaris saja novel ini diterbitkan penerbit Terrant Books, namun gagal hanya karena alasan teknis
Novel ini mirip dengan novel "LUKISAN HUJAN" karya Sitta Karina
Yah mirip ga mirip itu tergantung pembaca
Yang jelas inspirasi ini sama sekali bukan dari novel tersebut
karena gw sendiri baru membaca Lukisan Hujan pada bulan Februari 2004
Singkatnya gw ga mau ada batasan lagi untuk akses para pecinta novel gw seperti "Choco Love" untuk menikmati karya gw hanya karena masalah teknis penerbit
Jadilah gw me-launch novel blog kedua namun yang resmi perdana ini di blog gw


Tolong komentar kalian setiap selesai membaca per-Babnya. Karena rencananya gw akan meluncurkan tiap bar tiap gw online dr laptop. Bwt gw komentar kalian adalah hawa segar buat gw baik itu masukan, kritikan , atau pujian. Harus dari hati ya, karena gw bikin karya gw ini dengan sepenuh hati gw. hehehe...

jd langsung masuk aja ya ke:

hayalkoe.blogspot.com

Torrie & the Prince -1-

TORRIE
&
THE PRINCE




Aku dan Nafasku


Nafasku…
Nafasku hidupku
Nafasku pengharapanku
Nafasku yang membuatku berjalan melewati dunia
Nafasku lebih berharga dari semilyar nafas di dunia
Di mana nafasku?
Nafasku sulit kucari, tidak seperti nafas lainnya…

Aku…
Aku adalah aku!
Tapi…aku ini siapa?
Aku hanyalah sebuah titik kecil di tengah alam semesta yang luas
Akulah si makhluk lemah
Akulah si pucat yang sedang mencari nafasnya
Aku yang berjuang melangkah di dunia yang kelabu…

Aku lelah menunggu nafasku
Aku lelah mencari nafasku
Kapankah ini akan berakhir?
Atau aku ikut saja menghilang lenyap sepertinya?
Tapi dunia tak berujung...
Sampai kapanpun, walau aku menyerah sekalipun
Aku akan tetap selalu di sini, di dunia ini
Mencari nafasku…

Tuhanku Sahabatku
Allahku Bapaku
Jadilah nafasku
Jadilah penopangku untuk hidup
Berikan warna-Mu pada dunia kelabuku
Dan jadikan aku biji mata-Mu yang berharga
‘Kan kuserahkan seluruh jiwa ragaku pada-Mu



Aku si makhluk lemah

Torrie





Bab 1

“Rie...Tungguin gue donk! Gila ya baru juga sembuh langsung lari-lari aja!” Niken berhenti sambil memegang kedua lututnya, berusaha mengatur napasnya yang masih ngos-ngosan.“Woiii…ini kan udah mau bel. Gue nggak mau telat!” Torrie ikut berhenti.


“Hahaha…” tiba-tiba tawa Niken meledak, sangking gelinya ia sampai memegang perutnya. Torrie langsung mendekati Niken yang masih tertawa.

“Kenapa lo?” tanya Torrie keheranan. “Lagian sih elonya nggak masuk lama banget makanya nggak tau kalau masuk sekolah sekarang diundur jadi jam setengah delapan.” Niken masih menahan tawanya.

“Sialan lo! Kenapa nggak bilang dari kemaren-kemaren!” Torrie sambil berkacak pinggang.

“Duh cewek satu ini. Salah sendiri, kenapa nggak nanya-nanya?” Niken mengejek dengan menjulurkan lidah dan lari menuju ke kelas. “Huh dasar! Tunggu pembalasanku!” Torrie ikut berlari mengejar Niken sambil mengepalkan tinjunya.

Tiba-tiba Torrie merasa sulit bernafas dan memegang dadanya. “Tunggu Nik, dada gue sesek…”. Niken langsung membalikan badan dan berlari menuju Torrie, “Tuh kan Rie. Gue bilang apa? Lo jadi kena serangan kan sekarang.!”
“Kena tipu lo sekarang! Hahaha… Masa nggak bisa bedain orang sehat ama sakit!” Torrie berjalan tenang mendahului Niken yang masih panik. Bahkan untuk sekian detik Niken terdiam, ia mengira Torrie benar-benar kambuh.

“NGGAK LUCU TAU!!!”


Hari pertama sekolah setelah seminggu lamanya ia tidak sekolah, untuk Torrie adalah sangat berat karena ia harus mengejar ketinggalan-ketinggalannya. Untung ada Niken sobat setianya yang cukup banyak membantunya selama ini. Niken sudah tahu tentang keadaan Torrie, yang cukup menderita sejak ia masih kecil.

Torrie, si mungil yang tingginya 150 cm (ngggak kurang, nggak lebih), badannya kurus dan lemah, gampang sakit gara-gara penyakit itu. Tapi di balik itu ada sesosok jiwa yang kuat dan nggak gampang nyerah. Hal ini hanya sebagian kecil orang saja yang tahu.

Niken sudah mengenal Torrie sejak SD, mereka selalu di sekolah yang sama, dan kebetulan sekarangpun mereka sekelas. Mereka selalu bareng berdua, makanya sempet digosipin lesbian. Niken itu care banget sama Torrie, dia itu yang paling cerewet kalo Torrie kenapa-napa. Niken juga sebenernya cantik dan banyak yang mengejarnya hanya saja dianya agak cuek.


“Torrie lo yakin udah nggak papa?” tanya Niken cemas karena Torrie mau pergi ke kantin. “Tenang aja, gue yang tanggung jawab kalau ada apa-apa! Lagian siapa yang mau jajan? Gue bawa bekal kok. Lagian gue cuma mau traktir lo aja kok. Mau nggak?”

“Mau! Mau banget! Eh Torrie…Tau nggak?” Niken berusaha mengimbangi langkah Torrie yang terlau cepat atau… Niken yang terlalu lamban???

“Enggak tau.” Torrie menjawab dengan malas.

“Jangan gitu donk. Iya deh Sorry kalo gue terlalu cerewet. Tapi tadi gue mau bilang ada kakak kelas 2 yang baru pindah dari Jogja. Cakeeeeep banget terus dia itu cool….”

“Ya udah tunggu apalagi embat aja tu co…” tiba-tiba ada suara dentuman jatuh ke lantai. Tak lain dan tak bukan adalah Torrie yang bertabrakan (lebih tepatnya tertiban) dengan seorang cowok yang belum dia kenal. Untuk sekian detik lamanya Torrie berfantasi. Rambutnya berombak alias ikal sedikit menyiratkan keliarannya, sangat cocok dengan matanya yang sepertinya punya magnet untuk mata-mata cewek, dan rahangnya juga terlihat sangat kuat apalagi diikuti bibirnya yang tipis terkatup rapat. Mmm…Not to bad. Lumayan juga tampangnya. Dia itu kayak…kayak siapa ya? Gue kok kayaknya pernah liat Tapi nggak ada artis atau seorangpun yang gue kenal mirip dia. But…

“Eh mata lo ke mana hah! Lari nggak liat-liat! Badan lo itu gede tau!......” dan serentetan kata-kata lainnya dilontarkan dari mulut Torrie yang sedang bersusah payah mendorong cowok itu dari badannya. Akhir-akhir ini Torrie terlalu sensitif entah karena hormon atau hal lain. Yang jelas ia telah melupakan fantasinya yang berlangsung selama beberapa detik itu.

“Udah donk Rie…Tahan emosi lo! Dia itu…” Niken berusaha meredakan emosi Torrie. “Gue ga peduli dia itu siapa kek. Dan yang bikin gue tambah kesel dia itu bisu ya? Masa dari tadi nggak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Manalagi badan gue sakit semua abis ditiban.” Torrie dengan berapi-api. Cowok itu memang diam saja dari tadi bahkan wajahnya pun tidak sedikit pun berubah.

“Hellow! Ada apaan nih? Eh Kak Auggie diapain sama anak ingusan ini?” tiba-tiba Sheila, si tukang sirik, nimbrung aja di tengah situasi panas itu. Bikin yang HOT jadi tambah HOT aja.

“Elo kali yang masih ingusan! Ngatain orang seenaknya…” Torrie nggak mau kalah. Semua yang mendengarnya terkejut karena dari dulu Torrie tidak pernah menggubris Sheila.

“Eh, lo kali yang seenaknya marahin Kak Auggie. Padahal dia kakak kelas lo dan masih baru di sini. Dasar anak manja yang lemah! Anak emas!” situasi semakin memanas dan semakin banyak anak-anak yang menonton (Ingat hanya menonton! Tidak ada seorang pun yang berinisiatif untuk melerai. Termasuk Niken).

Perlu diketahui saja Sheila itu orang yang paling iri dengan Torrie. Ia merasa sekolah memperlakukan Torrie secara istimewa dan ia tidak terima itu. Dalam hati Torrie mengakui perlakuan istimewa itu, misalnya saja soal seringnya ia tidak masuk sekolah, sering tidak dipermasalahkan oleh para guru. Tapi bukan ia yang meminta, keadaannyalah yang membuat dia diperlakukan agak istimewa. Tapi Torrie selalu ingin membuktikan bahwa dirinya bukan anak emas, oleh karena itu ia selalu menjadi juara di kelasnya. Sheila justru menganggap ini adalah sebuah kecurangan juga. Sungguh-sungguh picik.

“Siapa yang lo sebut Anak Emas?” Torrie pura-pura tidak mendengar, dia mulai emosi. Torrie bagaikan gunung yang mau meletus, segala kekesalan dan kemuakannya dikumpulkan dan ingin segera ia tumpahkan.

“Heh! Berani juga nih anak. Nggak usah sok nggak denger deh! Mau lo apa?” Sheila mendekati Torrie.

“Harusnya gue yang nanya! Elo itu yang tiba-tiba dateng dan sok belain dia. Tapi peduli amat, toh gue juga nggak peduli. Memangnya lo itu siapanya... Pede banget bela-belain…” Tiba-tiba PLAK! Sheila menampar Torrie. Dengan pipi yang panas dan hati yang membara, Torrie pun membalasnya. Dan reaksi Torrie inilah yang membuat semua orang di sekitarnya kaget karena tidak menyangka Torrie dapat melakukannya karena mereka tahunya Torrie itu pendiam. Terutama Niken yang berada di sebelahnya, mulutnya sampai ternganga lebar.


Saat itulah para guru baru datang dan membawa mereka ke ruang kepsek.

“Bagus! Laporin aja gue. Karang cerita-cerita yang bisa buat mereka percaya kalo lo itu nggak salah.” Sheila berbisik pada Torrie pada saat mereka sedang duduk menunggu Ibu Heti, kepala sekolah mereka. Orang yang ditunggu-tunggu telah datang.

Sebelum memulai ceramahnya beliau berdehem dahulu.

“Jujur saja saya malu mempunyai murid seperti kalian, apalagi kalian perempuan. Masa nggak bisa menjaga sikap sedikit. Terutama kamu Torrie… Saya sungguh-sungguh tidak menyangka kamu dan Sheila bisa-bisanya bikin keributan. Saya sungguh kecewa!” Ibu Heti memandang kami bergantian.

“Tapi Bu…” belum selesai Torrie melanjutkan, ia telah melihat senyum sinis Sheila. Kalau ia mengatakan hal yang sebenarnya, pasti Sheila akan senang karena hal yang baru dikatakannya telah Torrie lakukan.

“Ya Rie… Kamu mau ngomong apa barusan?” Ibu Heti bingung karena tiba-tiba Torrie berhenti bicara. Ditanya seperti itu membuat Torrie semakin terdiam.

“Coba jelaskan apa yang menyebabkan kalian bertengkar tadi? Ayo bicara….Sheila??...Torrie??...Baik kalau tidak ada yang mau bicara. Sesuai ketentuan, kalian berdua akan Ibu hukum berlutut di depan tiang bendera sampai pulang sekolah. Bagaimana?” Ibu Heti memberikan ancaman.

“Bu…” Torrie mulai bicara, dan Sheila pun mulai agak khawatir. “Sebenarnya saya yang memulai pertengkaran. Tadi kami saling bersenggolan, tapi saya keburu emosi sehingga memicu pertengkaran ini.” Torrie menunduk karena merasa tidak pintar berbohong.

“Yang benar? Kamu tidak bohong?” Kepsek ini seakan tidak percaya akan pengakuan Torrie barusan.

Torrie yang masih menunduk, menggeleng pelan. Pengakuannya barusan juga membuat Sheila kaget setengah mati. Jangankan Sheila, Torrie sendiri pun kaget akan perbuatannya. Tiba-tiba saja terlintas ide bodoh itu karena selama ini ia selalu terbebas dari hukuman. Apa salahnya mencoba dihukum seperti anak normal lainnya, makanya ia berbohong seperti itu. Ia pun bosan dan muak diperlakukan sebagai Anak Emas yang… lemah.

“Baik kalau begitu kamu harus dihukum untuk membuat makalah.”

“Maaf Bu kalau saya lancang. Tapi tadi Ibu bilang hukumannya berlutut di depan tiang bendera. Apa Ibu lupa??” Torrie berusaha memancing Ibu Heti agar memberikan hukuman fisik kepadanya. Otak Torrie entah sudah ke mana…

Ini dia novel blog Perdana Imajiner!!!!!!!!

Yup akhirnya ada juga kesempatan launching novel blog (kedua deng, tp yang pertama di blog ini)...
Yangg pertama nggak selese2, nah yg ini udah jadi kok
Jadi lo ga usah khawatir ga akan ada endingnya kayak yng TMT (Trouble Means Trouble) yang ada di friendster...
Selamat Menghayati cerita yang sudah emmmm... mungkin 6-7 tahun sudah tidak diotak atik ini...

^ -^ v

Thursday, August 13, 2009

BOHONG!!!

Sebenernya bohong kalo kesibukan gw yang membuat gw menelantarkan anak2 gw (Novel gw)
Yang jelas adalah novel (orang lain), film, DVD, dan online yang bikin gw meninggalkan anak2 gw itu
Jangankan mereka blog inipun jadi terlantar
dan ini tulisan pertama gw di tahun ini
Semoga ini mejadi awal yang baik dan gw akan mulai meletakan anak2 anak gw di sini
Bodolah dengan idealisss.....



Nah... selamat menikmati dan merasakan....

Friday, December 12, 2008

g masih marah sama bangsa ini
g masih aja belom punya waktu buat g sendiri
dan g marah sama hal itu
g udah ninggalin semuanya untuk waktu yang cukup lama
1, 5 tahun lebih
novel g ga selese2
g masih marah sama bangsa ini
g masih aja belom punya waktu buat g sendiri
dan g marah sama hal itu
g udah ninggalin semuanya untuk waktu yang cukup lama
1, 5 tahun lebih
novel g ga selese2

Wednesday, January 17, 2007

10 things real behind choco love

Ini kenyataan yang mgkn g uda pernah singgung, tp bwt yg lom tau biar taulah:
1. judul aslinya bkn Choco Love tp L'Amour L'Choco
ini permintaan redaksi, takut ga laku kalo judulna aneh. Aq aga keceewa jg sih...
2. Nah si jdl asli neh, bhs prancis ngacoo..
gara2 ini g sering diomel2in ma org yg casciscus bhs prancis
ya teranglah bahasa mereka yang super super cantik itu g kacauin!!

3. Kochi tuh ga gue bangetttt alias enggakkk banget!!
pertama krna g ga bakalan pernah suka sama cowok dengan cra kayak dia
n g tuw ga bakalan jd org yg (look) ga tau diri n tkg senyum sana-sini
g jg ga bakalan pake baju dg motif coklat ke mana2

4. tp dg membuat Kochi g ngerasa pinter banget
bukannya narsis lho (trz palagi namanya kalo bkn naaarsis?!!!)
tp emang kalo ditanya siapa fans no1 novel g ya pasti g sndr!!
abzna g ngrasa g yg waktu nulis beda sama g yg skg

5. Tp ada yg g sisipin sih dari diri g ke Kochi
a. g cinta Kimi.... bangetttttt!! makanya g sedih waktu tau kimi pidah ke ferrari,,, g ga sanggup rasanya ngeliat dia pake baju merah... hiks100000x
b. g senengngg banget dengerin radio.... always Prambors
c. wise-nya Kochi, ya wise-nya g jg, alias filosofi2 yg dia bikin tentu aja g yg bikin!! makanya g ga keberatan dipanggil Mizz Cokz

6. G bukan Chocoholic, cukup Chocolover aja...
yah digaris tengah antara org yg suka coklat en biasa aja ma coklat!!
nah padaa salah tebak khan, pasti dikiranya g penggila Coklat!!
menurut g untuk mengetahui sesuatu lo ga harus kok jadi pecintanya...

7. G palingg ga suka ma cowok kayk Lexi, kalo boleh milih g bakal milih Bonye!!
abizna jrang ada penyiar yg mash muda n cakep... kharismatic tp lom pernah pacaran , kliatan playboy padahal nungguin cewek yg suka sama dia.... Sdgkan Lexi, cowok kok lemah banget teruz bergantung sma cewek, bener2 nyebelin!! ... ini jujur lho wakt g bkin tu novel, g kesel sndr kok ada ya cowok kya Lexi!!
8. Tp gimanapun juga Lexi tetap keren khan pada akhirnya
karena semua lelakiku begitu!!!...
hiks10000x aku kangen para lelakiku!!!... Come to melz please...
temani aku yg kesepiann ini... di mana kalian para lelakiku??...
Uggie... Nicky... Simon
Kyu... Dio... Ben...
Ryan... Dayat... Ruben...
Aniel... Deni... Abi... dan... Arai....
huhuhuhu.... aku bener2 kangennnnn....
nb: buat yg ga kenal bs maklum... mereka cowok2 di novel g yg lainnya

9. yang suka d beatles tu sebenerna tmn2 sekelas g
hiii ... VOLTA.... lama nian tak bersua !!! Hidup Volta
10. Hmm sbenernya wakt g bkn novel ini awalna gada kepikiran masukin unsur coklat segala...
tp ya.. namanya melz yg ga kepikiran bisa2 aja kepikiran...

Nb: demikian 10 things behind Choco Love...
nantikan yg terbaru tips n tips rahasia cara bikin novel...

Saturday, January 06, 2007

Mocca

I can't understand
Why my world keeps on turning?
And I can't understand
Why the sun keeps on shining?
When you left me all alone
But I do understand
That you have someone better
And I can't understand
That you saved me for later
I can take it I will wait
All that I need now
Is for the rain to fall from the sky
To wash away my pain inside
All that I need now
Is for the rain to fall from the sky
The rain will fallThe rain will fall….

ini lagu yang cocok buat Ordie gue...

Thursday, January 04, 2007

awal yang ribet

Awal taun udah ada huru-ara...
Keribetan di awal taun...
Huru-arana tu nyariin pesawat... Gila ga tu...
Hare gene masih nyari pesawat segede apaan tuw...

Yang bikin gue sedih, insan kita di badan perfilmen tu bener-bener ga mutu ya...masa ampe bikin insan muda perfilman jadi balikin piala yg mreka dapet ga dengan gampangnya...
Masing-masing kubu kekeh, anggep merekalah yang bener...
Harus ada forum yg bikin mereka ketemu...
Harus ada pemutusan jalan yg terbaik untuk dunia perfilman kita...
Gmna mo go internasional kalo gini caranya...
Yang menang jiplak pula!!

Mau jadi apa bangsa ini kalao smu-muanya jiplak...
semua-muanya niru...
Padahal ada 200 juta masyarakat kita...
tapi bisa dikalahkan kreatifitasan anak negri seberang dari korea yang cuma seupilnya indonesia!!!
Malu gak sih... asli d g marah banget ngeliat kekacauan di negri ini...
g sbg org kratif n calon sineas muda indonesia akan
dukung apapun yg bisa bikin perfilman kita maju kembali....


HIDUP PERFILMAN INDONESIA!!!

ciNTAILAH NEGRI INI...

BE CREATIVE... DON'T EVER AFFRAID TO BE DIFFERENT

Sunday, December 31, 2006

Yaup !!!

Haiksss pasti pada bosen baca blog g yg ntu-ntu ja...
yak males g .... pokokna setelah novel g terbit g jd males maen blog2an...
tauk napa?
Pokokna gitu tapi gue janji sekarang akan bikin blog lag
n kasi perkembangan terbaru dari novel2 I
Sekarang dalam proses 3/4
g kasi bocoran d judulna Precious Time eh apa Precious Word ya...
Yak getoah, g ndri jadi lupa tuh...
Pokokna jadi surprise bvanget de buat yg biasa baca novel gue...
nantikan aja ya!!

Thursday, September 28, 2006

Kuliahh

mau tau kuliahhh...???
Menyenangkan...
capek...
Tapi menyenangkan....
apa yang gue pelajari.. jujur gue suka semua...
walaupun masih ada yg g nggak ngerti gtu...
bahkan baru beberapa minggu di sini...
emosi gue udah mulai maen seperti biasa saat smu...
Sangat luar biasa...
hahahahaha

Wednesday, August 23, 2006

Akhir penantian...

Gue cukup sneng banget ankhirnya gue tau apa yang dinamakan akhir penantian..
Novel gue udah terbit dan tinggal sekarang pemasarannya aja yang agak repot supaya orang mau bli novel g yang sangat berharga itu!!
Tpi gue tau banget Tuhan yang punya rencana Dia yang berkuasa atas segalanya... dia yang berbuat Dia yang melakukanya...
Aku hanya tinggal menunggu saatnya khan tiba...

Tuesday, August 08, 2006

Friday, July 28, 2006

Lamaaaa

gue lagi capek dan cukup bosan menunggu kapan yaaa... kira-kira novel g bakalan terbit....
weleh-weleh, lumayan lama juga ya... kontrak lom selesai pula....
waduhhhhh.... tak sabar menanti juga....
uhmmmm....
g jdna cuma bengong-bengong aje di rumah...
no inspiration again...
no project again (padahal banyak menanti)
truz nunggu hasil audisi ssssttttt.... radioplay pula....

Tuesday, July 25, 2006

Tuesday, July 18, 2006

The Power Of Word

Ada yang percaya dengan kekuatan cinta... Tapi sekarang gue juga percaya dengan kekuatan kata... terkadang satu kata itu memiliki kekuatan yang lebih hebat dari perbuatan!! Right!! Gue baru sadar sekarang ini....
Bayangin aja Playboy dengan sejuta rayuan mautnya, bisa bikin cewe2 klepek2...
Tapi bukan itu sih yang bikin gue sadar... gue baru sadar betapa kuatnya kata-kata itu dari perbuatan, sejak gue nulis novel...
Apa sih yang worthy dari nulis... rasanya membosankan... gitu-gitu aja... makanya gue lebih suka bikin film... rasanya lebih nyata dan real...
Eh setelah gue bikin 3 novel... I realize that words more works than actions!!!
Kata-kata lebih membuat hayalan kita melanglang lebih luas dari sekedar melihat suatu aksi.
For example... kita liat aja deh novel-novel yang dijadiin film!Nggak di luar negri ato dalam negri sama aja... lebih jelek pasti! Karna... sebuah karya ulisan memiliki imajinasi tanpa batas di mana masing2 individu yang baca pasti punya fantasi dari sudut pandang masing2... dan itu belum tentu bisa diwujudkan dalam bentuk aksi... karena itu ...
I still believe in word